Sering Sakit Kepala?, Waspada Tumor Otak!

Sering Sakit Kepala, Waspada Tumor Otak – Anda sering sakit kepala? Hati-hati, jangan-jangan anda menderita tumor otak. Bukan bermaksud menakut-nakuti, tapi sakit kepala memang sering dapat menandakan tumor otak. Walau sebenarnya jumlah kasus sakit kepala yang disebabkan oleh tumor lebih sedikit, ada baiknya anda waspada.

Menurut beberapa kasus tentang tumor otak dimana angka kejadian kasus tumor otak di indonesia belum dapat dipastikan. Hal tersebut disebabkan oleh pencatatan kasus tumor atau kanker belum cukup baik. jumlahnya sedikit diperkirakan hanya mencapai 3-5% dari seluruh kasus tumor dan kanker di indonesia. Meski begitu, tumor otak merupakan salah satu penyebab kematian utama akibat kanker. Kanker sendiri secara keseluruhan di indonesia merupakan penyebab kematian nomor 3, setelah stroke dan penyakit jantung.

Berbeda dengan tumor di jaringan tubuh yang lain, semua tumor di otak akan ditangani sebagai ganas walaupun kenyataan jenis aslinya mungkin tergolong jinak. Hal itu karena otak adalah organ penting yang mengatur fungsi vital kehidupan seperti pernapasan, sistem jantung dan pembuluh darah dan lain-lain. Itulah mengapa setiap pertumbuhan abnormal yang mengenai bagian vital otak yang akan membahayakan kehidupan, harus segera diatasi.

Baca : 14 Perkara Yang Harus Dijaga Oleh Wanita Menurut Islam Yang Tidak Banyak Wanita Tahu

Tumor otak dibedakan menjadi primer dan sekunder berdasarakan asal sel tumor. Primer jika sel tumor berasal dari sel saraf atau sel penunjangnya, misalnya sel meningeal (selapu otak), astrosit, oligodendroglia, dan sel schwann. Sel saraf sendiri jarang sekali berkembang menjadi tumor, yang terbanyak adalah tumor oleh sel penunjangnya. Sekunder berarti sel tumor bukan berasal dari otak melainkan dari tumor organ lain (metastasis). Tumor atau kanker organ lain yang sering menyebar ke otak adalah tumor paru. Jenis tumor otak antara lain astrositoma, meningioma dan oligodendroglioma.

Bayangkan rongga tengkorak anda yang sudah pas diisi dengan otak ternyata harus dijejali lagi dengan tumor. Hal tersebut mendasari munculnya gejala pada tumor otak. Tumor otak membuat ruang tengkorak bertambah sempit dan serta merta menekan jaringan otak sehat disekitarnya. Akibatnya tekanan rongga tengkorak (intrakranial) meningkat, sehingga ada keluhan sakit kepala, muntah, dan sebagainya.

Baca : 17 Faktor Yang Membuat Anda Menjadi Seorang Yang Pelupa

Sakit kepala yang harus diwaspadai adalah sakit lebih dari satu bulan yang bertambah sering dan semakin berat (progresif), serta biasanya lebih berat dirasakan saat bangun tidur pagi hari. Kadang sakit kepala itu disertai muntah tanpa gangguan pencernaan sebelumnya. Satu hal yang penting, rasanya berbeda dengan sakit kepala yang biasa dialami sehari-hari. Contohnya seperti penderita migrain biasanya hafal pola sakit kepalanya, kapan akan kambuh, berapa lama, seberapa sakit, dan sebagainya. Nah pada sakit kepala akibat tumor akan terasa bertambah berat, terus-menerus, walaupun tanpa pemicu. Jika biasanya menghilang setelah minum obat tapi yang satu ini tidak

Faktor resiko khusus yang dikaitkan sebagai penyebab tumor otak belum dapat dipastikan. Tidak seperti kanker paru-paru yang terbukti disebabkan oleh kebiasaan merokok. Penggunaan telepon genggam yang pernah diduga menyebabkan tumor otak ternyata tidak benar. Sudah ada beberapa penelitian yang membuktikkannya.

Faktor resiko tumor otak sama seperti pada kasus yang lain. riwayat kanker atau tumor di keluarga bisa menjadi faktor resiko, tapi yang paling utama adalah faktor lingkungan dimana kanker atau tumor itu sebenarnya akibat mutasi gen. Mutasi gen muncul karena adanya paparan zat karsinogenik (zat pemicu kanker) seperti makanan yang dibakar, polusi atau bahkan karena radiasi. Belum ada terapi tumor otak yang memuaskan . Oleh karena itupenting untuk menjalani gaya hidup sehat dan lakukan upaya deteksi sejak dini.

19 total views, 3 views today

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.