Kenapa Mata Merah Terjadi ?

Jika pernah anda temukan mata anda menjadi merah, biasanya hal tersebut sangat mengganggu. Mata merah merupakan tanda bahwa mata anda terinfeksi bakteri, debu, atau yang lainnya, sehingga membuat pembuluh darah di mata anda membesar dan mata anda terlihat merah. Biasanya, gejala mata merah diikuti dengan mata berair. Masalah yang sering muncul adalah orang – orang sering meremehkan mata merah yang terjadi pada mereka. Padahal apapun penyebab sakitnya, umumnya mata akan menjadi marah. Mulai dari hanya kelelahn biasa, sampai infeksi bakteri yang diikuti dengan keuarnya kotoran mata secara abnormal. Gejalanya tetap sama, yakni mata merah.

Penyebab Utama Mata Merah

Pembuluh darah pada permukaan bola dapat meradang dan menjadi merah dikarenakan beberapa faktor. Mata merah dapat terjadi jika mata kita terkena dampak polusi atau terinfeksi bakteri. Berikut adalah daftar penyebab mata merah yang paling sering terjadi :

  • Cuaca yang panas dan udara yang kering
  • Paparan sinar matahari jangka panjang
  • Polusi debu
  • Peradangan pembuluh darah mata karena alergi
  • Sakit flu
  • Terpapar Bakteri dan virus
  • Sakit Batuk.

Jika penyebab mata merah anda adalah kelelahan, maka hal tersebut jangan disepelekan. Mengingat mata adalah karunia yang penting, anda perlu tahu bahwa jika mata kelelahan karena aktifitas sehari – hari, sakit flu atau batuk yang membuat otot – otot mata berkontraksi, maka ada sebuah pendarahan dalam yang disebut pendarahan subkonjungtival. Biasanya akan muncul seperti bercak darah di mata jika batuk anda berdahak dan membuat otot – otot di sekitar mata anda menegang dalam jangka waktu lama. Meski demikian, bercak darah ini dapat hilang dalam waktu maksimal 10 hari.

Jika anda memiliki mata merah dikarenakan mata terinfeksi virus, maka biasanya mata anda akan mengalami discharge atau keluar kotoran mata berlebihan. Kotoran mata ini sangat mengganggu pengelihatan anda. Umumnya berwarna kuning dan lengket. Beberapa infeksi yang menyebabkan mata menjadi merah antara lain :

  1. Peradangan atau infeksi pada folikel bulu mata
  2. Infeksi selaput mata (konjungtivitis) dan menular
  3. Adanya luka di mata (ulkus kornea)
  4. Radang pada selaput uvea (uveitis)

Dalam beberapa kasus, anda bisa saja berkonsultasi pada dokter maupun langsung mengobatinya dengan terapi mandiri. Anda juga bisa langsung menanyakan obat untuk mata anda di apotek – apotek terdekat. Biasanya beda penyebab akan beda terapinya.  Umumnya anda harus perg ke dokter jika sakit mata anda terjadi lebih dari 3 hari, mengalami perubahan pengelihatan, nyeri pada mata, lebih sensitif terhadap cahaya, keadaan discharge, dan merasa ada mata merah karena efek samping beberapa obat pengencer darah seperti heparin ataupun warfarin.

Pengobatan Praktis dan Mandiri

Jika anda mngalami gejala mata merah, maka anda pun memiliki pilihan untuj=k melakukan pengobatan mandiri di rumah. Tentu hal ini cocok untuk penyakit mata merah ringan saja. Jika anda tertarik melakukan hal ini, anda dapat mengambil kompres hangat untuk ditempel ke mata anda. Hal ini berguna untuk mengempiskan peradangan yang teradi pada pembuluh darah di sekitar mata. Jika ana merasa bahwa hal ini belum cukup mengatasi sakit anda, namun di sisi lain waktu dan kesibukan anda tidak mengizinkan anda untuk pergi ke dokter, cobalah untuk mendatangi apotek terdekat. Ceritakan pada apoteker atau asisten apoteker tentang keluhan yang anda alami dan penyebab awalnya dengan jelas. Dengan demikian, pihak apotek dapat memberikan anda pertolongan pertama berupa obat mata steril yang tepat guna.

48 total views, 3 views today

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.