Berbahayakah Operasi Lasik ?

Berbahayakah Operasi Lasik ? – Jika anda mengalami penyakit mata rabun jauh atau rabun dekat yang sangat menjengkelkan, maka operasi lasik dapat menjadi satu pilihan. Operasi ini diyakini mampu menyembuhkan mata secara permanen. Operasi dilakukan dengan membedah mata dan memperbaiki lensa mata menggunakan peralatan – peralatan laser yang canggih. Uniknya, operasi ini hanya memakan waktu sebanyak 20 menit saja. Waktu yang cukuo singkat untuk sebuah operasi mata. Dalam artikel ini akan dibahas lebih lanjut mengenai apa itu operasi lasik dan tingkat keamanan yang ada pada jenis operasi baru ini.

Sebenarnya operasi lasik yang membedah mata guna memperbaiki lensa mata ini tidak sakit karena dokter akan menyiapkan anastesi lokal dan juga anastesi total terhadap pasien. Namun, pasien akan merasakan intensitas gatal dan nyeri di daerah sekitar jahitan mata dengan frekuensi yang berbeda –beda. Untuk membuat mata anda dapat bekerja secara optimal setelah operasi ini berlangsung, anda perlu mengistirahatkan mata anda dengan cukup. Mata juga tidak boleh terkena air secara langsung untuk menghindari terganggunya jahitan mata. Umumnya, pasien akan mendapatkan kesembuhan total terhadap luka bekas operasi setelah 1 – 2 bulan kemudian.

Operasi lasik ini merupakan alternatif yang sangat bagus dalam menyembuhkan mata yang kabur (rabun jauh, dekat, atau silinder) secara total. Pasien akan merasakan bahwa masa lalunya memakai kaca mata adalah sebuah mimpi buruk yang tak akan pernah datang kembali. Permasalahnya adalah harga dari operasi lasik ini kurang terjangkau bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Selain itu banyak orang Indonesia takut dengan kata – kata ‘operasi’ sehingga sebisa mungkin mereka menghindari prosedur operasi dan memilih pengobatan yang lain.

Operasi lasik ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan operasi mata lainnya. Pertama, operasi lasik telah terbukti secara klinis mampu melakukan penataan struktur mata, atau penggantian lensa mata untuk menyembuhkan penyakit myopia, hypertropia, dan astigmatisme. Kedua, prosedurnya sangat cepat. Dalam kondisi ideal operasi ini bahkan hanya memakan waktu 10 menit dan tidak sakit bagi pasien.Ketiga pasien umumnya sembuh dalam sekali operasi. Namun apabila diperlukan, dokter dapat melakukan operasi tambahan jika pasien merasa beum puas dengan tingkat pengelihatannya ataupun butuh terapi bantuan untuk penyembuhan luka setelah operasi. Dan yang terakhir, operasi lasik dapat dilakukan dengan tingkat ketelitian yang tinggi karena sinar laser dituntun oleh protokol komputer.

Sayangnya, ada beberapa kekurangan yang masih ada dalam jenis operasi ini antara lain :

  1. Setiap pasien akan mendapat hasil yang berbeda – beda dan kecepatan pemulihan luka bekas operasi yang variatif
  2. Operasi lasik membuat pengelihatan anda sedikit berubah menjadi lebih buruk dalam melihat sesuatu dalam malam hari atau cahaya yang menyilaukan.
  3. Lasik membuat mata anda kering berbulan – bulan sehingga anda perlu meneteskan air mata buatan untuk membuatnya tetap lembab
  4. Dalam kondisi terbalik, operasi lasik tetap memiliki resiko membuat pengelihatan pasien lebih buruk dan tidak bisa dibantu dengan lensa mata biasa.

Operasi ini tetaplah memiliki resiko yang harus dipertimbangkan. Para dokter biasanya menolak pasien yang meminta dioperasi lasik dengan alasan keamanan. Di satu sisi, jika dokter tersebut merasa bahwa emungkinan berhasilnya lebih kecil daripada tingkat resikonya, maka dokter akan menolak permintaan tersebut. Dokter juga biasanya menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan pasien tentang keadaan sesudah menjalani operasi lasik. Hal ini diperlukan untuk menjaga kesiapan mental pasien dalam menyesuaikan diri pasca operasi.

72 total views, 3 views today

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.