Bahayakah Penyakit Diabetes Pada Ibu Hamil?

Penyakit kencing manis atau dalam istilah kedokteran disebut penyakit diabetes melitus yakni penyakit yang disebabkan terganggunya pangkreas atau kelenjar ludah perut sehingga tidak cukup mengeluarkan Firman pencernaan yang disebut insulin untuk mengubah sisa makanan yang tidak terpakai menjadi glukogen sehingga menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi tinggi. Penyakit yang memiliki gejala mencolok berupa rasa lapar dan haus yang berlebihan ini dengan penurunan berat badan secara drastis walau cukup makan dan disertai gejala gejala keringat bergetah, nafas berbau, serangan stupor, pegal-pegal badan, dan apabila terjadi luka maka akan sukar sembuh. Apabila terserang penyakit ini beberapa hal yang harus diperhatikan adalah dengan melakukan diet ketat untuk tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung hidrat arang atau bersifat anabolic yang mana kandungan ini terdapat pada beras, jagung, ubi kayu dan buah-buahan yang manis secara berlebihan.

Secara umum menurut ilmu kedokteran penyakit diabetes melitus ini terbagi menjadi tiga jenis yaitu penyakit diabetes melitus type 1, diabetes tipe 2 dan diabetes yang terjadi pada ibu hamil yang disebut dengan diabetes gestasional.  kali ini kita akan membahas mengenai Apa itu diabetes pada ibu hamil atau juga sering dikenal dengan nama ilmiah diabetes gestasional.

Diabetes gestasional adalah penyakit kencing manis yang terjadi apabila simpanan insulin tubuh tidak cukup dalam memenuhi kebutuhan pada saat hamil. Soalnya selama kehamilan janin yang dikandung terus mengeluarkan gula dan asam amino dari sirkulasi darah. Menurut penelitian 50 persen wanita hamil yang terkena diabetes gestasional ini akan mengalami diabetes tahap lanjutan yaitu menderita diabetes tipe 2, penyakit diabetes gestasional ini tidak menandai adanya gejala namun hal ini tetap bisa dideteksi dimana pada saat kehamilan penyakit diabetes ini ditandai dengan adanya kelainan seperti makrosomia neonatal serta hipoglikemik neonatal apabila tidak segera ditangani maka akan beresiko terjadinya animali kongenital. Selain dipengaruhi adanya janin penyakit diabetes kehamilan ini juga dipengaruhi akibat hormon plasenta, Lactogen plus Neta manusia, estrogen progesteron dan kenaikan hormon kortisol. Pengaruh ini dapat menimbulkan masalah dalam menstabilkan gula darah.

Proses terjadinya diabetes pada ibu hamil ini di mana pada awal Minggu kehamilan janin sedang mengalami perkembangan di mana ia berkembang menggunakan glukosa dan asam amino ibu. Pada masa kedua kehamilan hormon plasenta mempengaruhi kenaikan insulin pada si Ibu. Pada wanita hamil yang memiliki usia berada di atas 6 bulan biasanya mengalami kenaikan pada kadar gula darah lebih batas normal meskipun kadar glukosa tidak akan kembali menjadi normal setelah melahirkan namun gejala diabetes gestasional yang terjadi pada ibu hamil ini bisa ditangani dengan baik. Sebaliknya apabila penyakit diabetes pada ibu hamil ini tidak segera mendapat penanganan yang baik maka ibu hamil tersebut akan mengalami resiko yang fatal dimana akan memperparah kondisi dari diabetes tipe 2 yang sudah menahun pasca kehamilan.

Diabetes yang terjadi pada ibu hamil ini disebabkan oleh insulin yang tidak mampu bekerja dengan optimal sebagaimana mestinya sehingga hormon dari kehamilan ini menjadi penghalang dan penghambat insulin dalam menjalankan tugasnya sehingga berakibat fatal dimana kadar gula dalam darah semakin tinggi. Disamping itu penyakit diabetes gestasional ini termasuk subtype diabetes tipe 2 dan bersifat sementara berlangsung pada masa kehamilan saja.

Beberapa faktor pemicu penyakit diabetes pada ibu hamil atau diabetes gestasional yaitu

  • Riwayat keluarga
  • Hamil pada usia diatas 25
  • Riwayat hipertensi
  • Riwayat obesitas sebelum hamil
  • Pernah melahirkan sebelumnya, dengan bobot bayi lebih dari 4kg

Biasanya gejala diabetes gestasional yang terjadi pada ibu hamil ini tidak menunjukkan gejala yang signifikan namun bila diabetes ini menunjukkan gejala biasanya hanya menunjukkan gejala yang ringan biasanya sering dikaitkan pada kehamilan seperti kaki membengkak, mudah lelah, mudah lapar dan lain lain yang berkaitan dengan masa kehamilan. Tapi jangan khawatir biasanya tingkatan dari kadar gula darah akan kembali normal lagi pasca melahirkan.

Gejala yang ditimbulkan oleh diabetes gestasional ini biasanya sama dengan gejala diabetes pada umumnya ya itu seperti pandangan menjadi buram, sering merasa lelah, terjadi infeksi pada luka kulit dan vagina, sering buang air kecil, rasa mual dan ingin muntah terjadi penurunan berat badan serta nafsu makan bertambah.

Menurut penelitian dari beberapa kasus ada sekitar 2 sampai 5 persen wanita yang hamil rentan terjadi penyakit diabetes gestasional ini. Dari penyakit diabetes ini hanya sementara di mana akan mengalami peningkatan pada masa kehamilan dan akan kembali normal atau menghilang pasca melahirkan sehingga Penyakit ini termasuk penyakit diabetes yang bisa disembuhkan namun tentu dalam penyembuhannya dibutuhkan pengawasan medis yang tepat selama masa kehamilan tersebut

Salah satu cara untuk mencegah dan mengendalikan diabetes gestasional pada ibu hamil yaitu dengan melakukan senam hamil, melakukan aktivitas, olahraga yang ringan cocok bagi wanita hamil setelah kandungan, senam ini  biasanya disebut dengan senam kehamilan. Karena dengan melakukan olahraga yang dinamis dan senam hamil dapat membantu mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh supaya tetap stabil dan normal. Disamping itu ibu hamil juga perlu mengontrol asupan makanan yang dikonsumsi tanah bagi ibu hamil yang mengalami penyakit diabetes gestasional ini beberapa diantaranya yaitu kurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak dan protein secara berlebihan ganti dengan Lemak jahat dengan lemak sehat, banyak konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dan serat Salah satunya yaitu sayuran dan banyak makan buah-buahan, Selain itu konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan kurangi asupan makanan yang banyak mengandung gula seperti makanan manis, nasi putih, madu serta makanan lain yang mengandung gula secara berlebihan. Ganti nasi putih dengan nasi beras atau jagung atau ganti dengan sereal, hindari makanan berkalori tinggi.

100 total views, 3 views today

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.